Tata Cara Sholat Gerhana Sendirian Atau Berjamaah

Tata Cara Sholat Gerhana Sendirian Atau Berjamaah

Tata Cara Sholat Gerhana - JUMHUR ulama menyatakan bahwa shalat gerhana hukumnya merupakan sunnah muakkadah. Oleh sebab itu, saat terjadi gerhana, baik itu gerhana bulan maupun gerhana matahari, disyariatkan untuk mengerjakan shalat, yakni shalat sunat khusuf alias sholat sunat kusuf.

Bagaiamana teknis alias tata cara Shalat Gerhana ?


1. Dua Rakaat

Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali menyimak qiraah surat Al-Quran, 2 ruku’ serta 2 sujud. Ini didasarkan pada dalil hadis berikut ini:

“Dari Abdullah bin Amru berkata,’Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa Nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat “As-shalatu jamiah’. Nabi melakukan 2 ruku’ dalam satu rakaat kemudian berdiri serta kembali melakukan 2 ruku’ untuk rakaat yg kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,’Belum sempat aku sujud serta ruku’ yg lebih panjang dari ini.” (HR. Bukhari serta Muslim)

2. Bacaan Al-Quran

Shalat gerhana tergolong tipe shalat sunnah yg panjang serta lama durasinya. Di dalam hadits shahih disebutkan mengenai alangkah lama serta panjang shalat yg dilakukan oleh Rasulullah SAW.

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, dirinya mengatakan bahwa sudah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama dengan orang-orang banyak. Beliau berdiri lumayan lama sekira panjang surat Al-Baqarah, kemudian beliau SAW ruku’ lumayan lama, kemudian bangun lumayan lama, tetapi tak selagi berdirinya yg pertama. Kemudian beliau ruku’ lagi dengan lumayan lama tetapi tak selagi ruku’ yg pertama.”  (HR. Bukhari serta Muslim)

Pada rakaat pertama, surat yg dibaca seusai Al Fatihah diutamakan merupakan surat yg panjang, semacam Al Baqarah. Sedangkan pada rakaat kedua, seusai Al Fatihah, yg dibaca surat panjang kurang lebih 200-an ayat, semacam Ali Imran.

Disunnahkan untuk memanjangkan ruku’ serta sujud dengan bertasbih terhadap Allah SWT, baik pada 2 ruku’ serta sujud rakaat pertama maupun pada 2 ruku’ serta sujud pada rakaat kedua.

Yang dimaksud dengan panjang disini terbukti sangat panjang, karena jika dikadarkan dengan ukuran wacana ayat Al-Quran, dapat dibandingkan dengan menyimak 100, 80, 70 serta 50 ayat surat Al-Baqarah.

Panjang ruku’ serta sujud pertama pada rakaat pertama seputar 100 ayat surat Al-Baqarah, pada ruku’ serta sujud kedua dari rakaat pertama seputar 80 ayat surat Al-Baqarah. Dan seputar 70 ayat untuk rukuk serta sujud pertama dari rakaat kedua. Dan sujud serta rukuk terbaru sekadar 50 ayat.

Dalilnya merujuk pada hadis-hadis shahih yg sudah disepakati para ulama.

“Dari Ibnu Abbas ra berkata,”Terjadi gerhana matahari serta Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat panjang sekira menyimak surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku’ sangat panjang lalu berdiri lagi dengan sangat panjang tetapi sedikit lebih singkat dari yg pertama. Lalu ruku’ lagi tapi sedikit lebih singkat dari ruku’ yg pertama. Kemudian beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang tetapi sidikit lebih singkat dari yg pertama, kemudian ruku’ panjang tetapi sedikit lebih singkat dari sebelumnya.” (HR. Bukhari serta Muslim).

Jadi, pada dasarnya tata cara sholat gerhana itu sama semacam shalat sunat pada umumnya. Namun, pada shalat gerhana lebih diutamakan menggandakan memabaca ayat Alquran, juga zikir dalam ruku serta sujud. Selain itu, walau tanpa didahului azan serta iqomah, shalat gerhana juga diiringi dengan khutbah. []

SUMBER: RUMAH FIQIH INDONESIA

0 Response to "Tata Cara Sholat Gerhana Sendirian Atau Berjamaah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel